Mencintaimu Haruskah Seperih Ini



Mencintaimu haruskah seperih ini?
          Suatu hari datanglah seorang lelaki tampan yaitu Riyan bersama tiga orang sahabatnya, mereka adalah Repan, Iwan, Vano. Keempat orang itu memiliki ciri khas tersendiri. Mereka berempat adalah sebagai contoh murid yang sangat rajin dan taat terhadap semua guru maupun temannya terutama Riyan. Riyan memiliki sifat yang dewasa tetapi jika bersama orang yang belum ia kenal Riyan memang terlihat sangat cuek atau lebih disebut orangnya gengsi apalagi kalau di depan cewek. Mereka dan beberapa murid lainnya adalah murid kelas X – IPA8 yang akan dikirim ke Thailand untuk turnamen sepak bola, kebetulan mereka sangat jago dalam bermain bola.
         Hari ini adalah hari mereka turnamen, semua teman sekelas hanya bisa membantu lewat doa karena tidak mungkin bisa ikut karena sangat jauh. Kemudian Bu Sinta mempersilahkan salah satu siswi yang bernama Belinda untuk segera berdiri dan memimpin doa kali ini. Berdoa pun selesai dan teman-teman yang akan berangkat ke Thailand meminta selalu jangan lupa mendoakan agar diberi kelancaran di sana. Akhirnya mereka berangkat ke bandara yang akan diantar oleh sopir dan didampingi bapak kepala sekolah beserta pelatihnya. Aktivitas di sekolah pun kembali seperti biasa.
        Selasa, 20 Februari 2013 hari ini adalah hari Riyan bersama siswa lainnya akan kembali ke Indonesia. Kami pun menyambut kedatangan teman kita dengan penuh senyuman, hasil latihan selama ini bagi mereka tidak sia-sia yaitu mereka telah berhasil mendapatkan skor 7-3 melawan siswa Thailand. Selain pandai di bidang olahraga mereka berempat juga pandai dalam memasak makanan apa saja, karena setelah ini liburan mereka mempunyai ide untuk pergi ke kota yang tidak terlalu jauh dari kota asal mereka dan mencoba bekerja di restaurant. Akhirnya mereka menyepakati itu semua dan ketika di hari liburan pertama mereka berangkat ke kota itu. Sesampai di restaurant yang akan ditujunya salah satu dari mereka mencoba bertanya apa sedang membutuhkan karyawan. Ternyata mereka bertemu pemilik restaurant itu sendiri dan bertanya padanya.
      Pemilik restaurant itu bernama Bapak Dimas yang masih terlihat sangat muda dan memiliki dua orang anak. Kemudian Bapak Dimas segera menyuruh mereka masuk ke dalam dan akan membicarakan yang akan mereka lakukan disini. Setelah memberitahu kepada mereka pak Dimas segera memanggil nama yang pertama untuk melakukan tes uji coba memasak. Beberapa jam kemudian mereka telah melakukan tes dengan lancar dan menurut pak Dimas masakan mereka sangat lezat dan nikmat. Pak Dimas pun tak menyangka melihat lelaki muda seusia mereka sudah memiliki bakat apa saja yaitu ia jago dalam bidang olahraga, memasak, pendidikan yang lain. Ternyata mereka mulai besok sudah boleh bekerja di restaurant milik pak Dimas, dengan senang hati mereka mendengarnya.
          Pertama kali disini mereka telah membuat restaurant semakin ramai dengan adanya menu baru buatan mereka. Dan ternyata disitu ada Pak Dimas bersama kedua anaknya yaitu Aldo dan Rachma, Aldo dan Rachma terlihat sangat sopan terhadap semua karyawan papanya, dan Pak Dimas mengenalkan kedua anaknya kepada Riyan, Repan, Iwan, Vano. Mereka ber
empat sangat terkejut melihat Rachma yang sangat cantik mengenakan jilbab berwarna putih dan mengenakan tas kecil. Setelah itu Aldo dan Rachma memperkenalkan diri kepada mereka berempat, kemudian saling bertanya-tanya. Setelah mereka semua saling mengenal kami pun sangat akur dan saling mengenal seperti kerabat dekat. Tetapi yang terlihat sangat dekat adalah Rachma jika kakaknya yaitu Aldo ia terlihat sibuk dengan tugas kuliahnya dan aktivitas kuliah. Selain itu usia Rachma dengan mereka bermpat hanya beda satu tahun jadi mereka bisa saling tukar cerita, tetapi diantara mereka berempat yang menurut Rachma orangnya seru atau lebih sering dibilang gokil yaitu Repan dan Iwan.
           Rachma pun sering bercanda dengan Iwan dan Repan yang menurutnya mereka asyik diajak ngobrol. Sebenarnya Riyan dan Vano juga asyik orangnya mungkin karena ia gengsi untuk mengawali pembicaraan dengan Rachma. Yah mungkin Riyan dan Vano mengajak bicara Rachma sepentingnya saja. Waktu pun terasa begitu cepat meskipun Rachma jarang ngobrol dengan Riyan ternyata Rachma menyimpan sebuah perasaan kepada Riyan entah apa alasan Rachma yang membuatnya jatuh hati pada Riyan, namun Rachma hanya bisa terdiam dan mengaguminya dari jauh. Esok harinya Rachma sangat senang karena Riyan mengajak bicara Rachma meski hanya ingin meminta pin bbm Rachma. Waktu pun terus berjalan hari ini Rachma kedatangan saudaranya dari Bali yaitu Made Ayu yang biasa dipanggil Made. Usia Made dengan Rachma beda 2 tahun yang tentunya lebih tua Rachma. Dan akhirnya Made pergi ke restaurant bersama Rachma, Made pun terlihat sangat cantik dengan gaya rambut pendek yang lurus dan mengenakan baju yang sangat rapi.
          Di restauran itu kemudian Made izin ke toilet dan karena tidak tahu toiletnya Made pun bertanya pada Riyan. “ Permisi mas mau tanya ini toilet nya mana ya? “ tanya Made, kemudian Riyan pun memberitahu. Setelah dari toilet Made bertanya kepada Rachma “ mbak ada karyawan ganteng-ganteng tuh di belakang. Udah lama mereka kerja disini? “ tanya Made. Kemudian Rachma menjawab “ Udah lumayan sih dek emang kenapa? Kamu suka sama dia? Yang mana ada empat tuh haha “ jawab Rachma. Lalu Made pun menjawabnya “ Yang tinggi itu juga kayaknya baik deh mbak ganteng lagi “ dan ternyata yang dimaksud Made adalah Riyan, cowok yang selama ini dicintai diam-diam oleh Rachma. Rachma hanya bisa terdiam dan mengalihkan pembicaraan. Lalu Made berlibur di Jakarta cukup lama, semakin lama Made mulai mengenal karyawan muda yang sedang bekerja.Sepertinya Made mempunyai perasaan terhadap Riyan dan Rachma mengetahui itu. Tanpa sepengetahuan Rachma, Made sudah berani main di restaurant itu dan mencari perhatian ke Riyan lalu mereka berdua terlihat sangat dekat. Rachma yang tidak sengaja datang ke restaurant bersama kakaknya melihat kejadian itu ia
langsung lari menuju pintu keluar, kemudian Aldo sebagai kakak memanggilnya dan mengejarnya.
        Aldo pun memulai menenangkan pikiran adiknya, lalu bertanya pada Rachma sebenarnya ada apa dengan Made. Rachma pun
hanya berpura-pura tersenyum kepada kakaknya dan ia belum ingin bercerita. Hari pun terasa begitu cepat, keesokan harinya Made sudah berada di dapur restaurant menemani Riyan. Entah apa yang membuat Made cepat dekat dengan Riyan sedangkan Rachma yang daridulu mengenal Riyan ia hanya bisa mengobrol sepentingnya saja. Beberapa hari kemudian kedekatan Aldo dengan Made membuat Rachma semakin sakit hati melihat kedekatan mereka. Rachma hanya bisa memandangi Riyan dari jarak kejauhan. Suatu hari Made mulai asyik sendiri dengan Riyan, Rachma melihatnya dengan penuh rasa sakit hati meskipun Riyan bukan siapa-siapa Rachma. Tetapi rasa sakit itu muncul tiap kali melihat Riyan dekat dengan Made, lalu Rachma merenung di taman belakang rumah dan Aldo menghampiri Rachma.
       Aldo bertanya pada Rachma “ Dek kamu kenapa sih? Cerita dong sama kakak? Ada masalah sama Made? “ tanya Aldo. Rachma pun kemudian menjawabnya dengan isak tangis yang sangat keras “ Maaf kak aku lagi pengen sendiri aku gak mau diganggu, belum saatnya untuk cerita “ jawab Rachma dengan mengusap air matanya.
Dan akhirnya Aldo meninggalkan Rachma, kemudian esoknya Rachma dan Made pergi ke restaurant itu  mereka berdua tak sengaja memakai baju berwarna yang sama yaitu warna biru. Dan kebetulan Riyan juga mengenakan baju biru, akhirnya Repan bertanya pada Riyan “ Loh yan opo kowe janjian podo nggawe klambi biru ambek kuwi? Haha suitsuit “ lalu Riyan menjawab “ ora kok ketepakan ae “. Disitu Rachma berfikir bahwa yang dimaksud adalah Made karena kan Made juga mengenakan baju biru, lalu Rachma meninggalkan Made begitu saja karena sudah beberapa kali Made membuat Rachma seperti itu.
      Sesampainya di Rumah, papa Rachma bertanya “ Rachma kamu kenapa sih nak? Cerita dong sama papa, kamu tadi bukannya izin ke restauran sama Made kok sekarang udah pulang? “ tanya papa Rachma dan kemudian Rachma menjawab “ Iya pa emang tadi aku udah di sampek sana sama Made tapi disana bikin bete pa bikin ati panas aja yaudah aku pulang “.  Kemudian papa bertanya “ loh kamu kenapa sih sayang? Kamu lagi jatuh cinta sama anak muda berprestasi itu? Yang ia rela mengisi waktu liburan sekolahnya untuk bekerja di restauran papa? Kamu suka sama yang mana sih? Sama Riyan? “ ujar papa Rachma. Rachma hanya diam sejenak mendengar papanya bicara seperti itu, kemudian Rachma masuk kedalam kamar dan melanjutkan membuat cerpennya.
     Made yang begitu bingung di restauran sendirian ia mencari Rachma dan bertanya pada karyawan yang lain “ permisi pak tahu mbak Rachma ngga? “
kemudian bapak itu menjawab “ oh putrinya bapak Dimas? Sudah pulang neng “
Made menjawab “ makasih ya pak “ dan kemudian Made pulang menuju rumah Rachma. Di sana papa Rachma bertanya pada Made “ Made kamu tahu gak Rachma kenapa sih kok pulang-pulang dari restauran ia cemberut saja “ kemudian Made pun menjawab “ Aku juga gatau om tadi tiba-tiba mbak Rachma nya juga pulang duluan padahal baru aja sampai di sana “ dan akhirnya Made
menuju ke kamar Rachma.
Made    : “ Mbak Rachma? Aku Made, mbak aku mau masuk boleh aku pingin  
                 tanya “
Rachma : “ Sorry dek aku lagi gak mau diganggu “
Made    : “ Kamu kenapa sih mbak? Gara-gara perilaku aku selama ini kah yang
                 membuat mbak Rachma jadi sedih kayak gini? Karena setau aku mbak
                 Rachma ga biasanya seperti ini “
Rachma : “ Ngga kok dek aku gapapa udah lah aku lagi gamau diganggu “
Kemudian Made meninggalkan mbak Rachma dan Made merasa bersalah sekali. Dan kemudian Made berbicara dalam hati “ apa mungkin mbak Rachma suka sama Riyan? Terus akunya malah SKSD sama Riyan di depan mbak Rachma, ya tuhan maafkan hambamu ini. Mbak Rachma yang selama ini baik banget ke aku akunya malah punya niatan seperti ini “ . Esoknya Made pergi ke restauran itu dan ia mengajak Riyan pergi untuk menanyakan sesuatu padanya.
     Akhirnya Made yang juga menyukai Riyan ia bertanya pada Riyan “ mas Riyan sebelumnya aku minta maaf, bukan maksud aku untuk kepo dengan perasaannya mas Riyan selama ini. Jujur mas sebenarnya aku suka sama mas Riyan tapi aku tahu itu gak pantas buat kudapatkan, sebenarnya mas Riyan suka kan sama mbak Rachma? Tapi mas Riyan aja yang gengsi mau ngobrol dengan mbak Rachma “ ucap Made. Riyan pun diam mendengarkan perkataan Made dan ada benarnya apa yang diucapkan Made tetapi ia masih bingung sebenarnya Made tanya gituan buat apa’an sih? Akhirnya Riyan menjawab “ Kamu ngomong apasih? Lagian aku nganggep kamu juga udah kayak adik aku sendiri kok, soal perasaanku ke Rachma emang brtul kalau selama ini aku menyukainya tapi aku tahu kurasa tak pantas untu
k bersanding dengannya? Secara dia anak orang kaya pemilik restauran yang terkenal, sedangkan aku? Aku hanya orang biasa biasa saja “ ucap Riyan. Lalu Made menjawab “ Udah lah mas aku tau mbak Rachma gak mikir dari situnya kok, lagian aku tau banget mbak Rachma gak mandang penampilan seseorang. Jika ia benar-benar merasa nyaman dengan pilihannya ya itulah yang akan ia perjuangkan untuk orang yang disayanginya “ jelas Made.
      Setelah Riyan mendengar penjelasan dari Made seperti itu, kemudian Riyan minta tolong diantarkan ke rumah mbak Rachma.
Riyan            : “ Assalamualaikum “
Papa Rachma  : “ Waalaikumsalam *sambil membuka pintu* loh nak Riyan? Ada
                          apa dengan restauran nak kok kamu kesini? “
Riyan            : “ Tidak ada apa-apa sebenarnya pak, kedatangan saya kesini bukan
                         membahas restauran, tetapi saya ingin bertemu dengan putri
                         bapak yaitu Rachma “
Papa Rachma  : “ Oh begitu yaudah masuk aja tunggu di dalam, saya panggilkan
                         Rachma dulu “
Riyan            : “  Iya pak “
Kemudian papa Rachma mengetuk kamar Rachma dan berkata ada yang ingin bertemu dengannya. Setelah itu Rachma penasaran siapa yang ingin bertemu dengannya. Akhirnya Rachma keluar dari kamar dan diantarkan papanya menemui tamu itu. Ternyata tamu itu adalah Riyan dan Rachma pun terkejut ketika yang datang ke rumah adalah Riyan.
Riyan           : “ Hai “
Rachma        : “ Hai,
kesini mau nyarik papa kan? Yaudah aku panggilin langsung 
                       saja orangnya “

Riyan           : “ Eh tunggu, maksud kedatanganku kesini aku mau ngomong
                       sesuatu. Made udah njelasin semua ke aku “
Rachma        : “ Apa an sih? Made kan gatau apa-apa kenapa aku begini. Kok
                       tiba-tibanya kamu mau njelasin sesuatu yang udah dijelasin
                       Made, emang Made cerita apa aja ke kamu? “
Riyan          : " Sepertinya Made tau alasan kamu akhir-akhir ini sering sedih,
                      sering cemberut itu kenapa. Dan Made bilang bahwa sebenarnya
                      ia suka aku, tetapi aku sudah menganggapnya dia adik. Dan aku
                      pun juga sudah menemukan perempuan impianku yang selama ini “
Rachma      : “ Maksud Made apa an sih dia ngiranya aku cemburu gitu liat kamu
                      sama dia? Gak banget ah, emang siapa perempuan itu? “
Riyan         : “ Sekarang aku mau tanya jujur ke kamu, sebenarnya kamu juga
                      suka kan sama aku? Jawab dulu pertanyaan aku “
Rachma      : “  PD banget sih lu, gak lah “ 

Riyan         : " Serius jawab gitu? Gak nyesel sama jawaban itu? Oke kalau gitu “    
 
Rachma      : “ Iya tunggu dulu dong kan masih ada kelanjutannya, kalau gak salah
                     lagi lah kalau aku sebenarnya juga suka sama kamu. Terus siapa
                     perempuan yang kamu maksud itu? “
Riyan         : “ Tuh kan berarti benar apa yang dijelasin Made kemarin,
                     perempuan itu sekarang ada di depan aku “
Rachma      : “ Gitu ya haha, yaudah sekarang Made mana? “
Made pun masuk ke rumah Rachma, mereka saling berpelukan dan meminta maaf.
Akhirnya mereka berdua sudah saling memaafkan dan Made juga sudah menemukan pasangannya sendiri. Dan Riyan pun segera mengungkapkan perasaannya ke Rachma, yang dulu isinya gengsi gengsi an untuk mengajak bicara.
Sekarang mereka berdua tidak ada saling gengsi-gengsian yang pasti sekarang mereka berdua terlihat sangat bahagia.


Komentar